Pertama-tama, mari kita baca cuplikan salah satu novel karya Agatha Christie yang diterbitkan pertama kali oleh Harper Collins pada 1949 berikut.

Crooked House

by Agatha Christie

Chapter 1

I first came to know Sophia Leonides in Egypt towards the end of the war. She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there. I knew her first in an official capacity, and I soon appreciated the efficiency that had brought her to the position she held, in spite of her youth (she was at that time just twenty two).

Mari kita simak arti per kata.

I : “saya”, “aku”, “gua”, dan “huruf kesembilan dari abjad Inggris”.  First: merupakan ordinal number yang berarti “pertama”. Bisa juga berarti “mula-mula”, “awalnya”. Came: merupakan bentuk past dari kata “come” yang berarti “datang”.  Know: artinya “mengetahui”, “mengenal”.  In: “di”, “dalam”, “pada”, “di antara”  Egypt: “Mesir”.  Towards: “terhadap”, “ke arah”, “untuk”, “menjelang”, “hampir”, dan “ke pada”. End: “akhir”  War: “perang”

Langkah kedua adalah memilah makna yang sesuai dengan konteksnya.

I : “aku”.  First: “awalnya” Came: “datang”  Know: “mengenal”  In: “di”  Egypt: “Mesir”.  Towards: “menjelang”. End: “akhir”  War: “perang”

Setelah mendapatkan makna kata yang sesuai dengan konteks kalimat, kita coba menyusunnya agar menjadi sebuah kalimat sehingga menjadi:  “I first came to know Sophia Leonides in Egypt towards the end of the war.”  “Aku awalnya datang mengenal Sophia Leonides di Mesir menjelang akhir perang.”

Langkah selanjutnya adalah menerjemahkannya menjadi kalimat yang enak dibaca. “Awalnya, aku mengenal Sophia Leonides di Mesir ketika Perang Dunia hampir berakhir.

Kalimat kedua: She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there.  She: “dia (perempuan)” Held: merupakan bentuk past dari hold yang berarti “memegang”, ‘mendapatkan”, “mengadakan”, mempertahankan” A: “sebuah”, “suatu” Fairly: “agak baik”, “lumayan”, “hampir” High: “tinggi”, “besar”, “mahal” Administrative: “administratif”, “ketatausahaan”, Post: “tonggak”, “tempat tugas”, “jabatan”, “surat kabar”, “majalah”, “menempatkan”, “memasang”.  One: “Satu” Foreign: “luar negeri”, “asing”, “yang datang dari luar” Office: “kantor”, “jabatan”, “jasa” Departments: 1 departemen. 2 bagian. Out: 1 keluar. 2 di luar There: 1 ada. 2 di sana

Langkah kedua adalah memilah makna yang sesuai dengan konteksnya.

She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there.

She: “dia (perempuan)” Held: “memegang”  A: “sebuah” Fairly: “lumayan” High: “tinggi”, Administrative: “administratif”, Post: “jabatan” One: “Satu” Foreign: “luar negeri” Office: “kantor”, Departments: 1 departemen. 2 bagian. Out: di luar There: di sana

Kemudian, kita menyusunnya agar menjadi sebuah kalimat sehingga menjadi: She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there.  Dia memegang sebuah jabatan administratif lumayan tinggi di satu kantor departemen luar negeri di sana.

Lalu menerjemahkannya menjadi kalimat yang enak dibaca:

She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there.  Dia menduduki jabatan administratif yang cukup tinggi di salah satu kantor departemen Luar Negeri di sana.

Kita sudah menerjemahkan dua kalimat dalam paragraph di atas. Sekarang coba Anda lanjutkan untuk mengerjakan kalimat selanjutnya. Caranya seperti yang dibahas di atas. Coba dulu dan jangan langsung melihat hasil terjemahan di bawah ini. Kalau sudah, silakan cocokkan dengan terjemahan di bawah. Kalimat Anda bisa saja berbeda karena setiap orang punya kreativitas yang berbeda, asal maknanya harus benar dan enak dibaca. I knew her first in an official capacity, and I soon appreciated the efficiency that had brought her to the position she held, in spite of her youth (she was at that time just twenty two).  Mula-mula, aku mengenalnya hanya untuk urusan kantor. Kemudian, aku segera mengagumi efesiensi kerjanya yang membawanya pada posisi yang cukup tinggi meskipun ia masih muda (waktu itu dia baru dua puluh dua tahun).

Mari kita kembali ke paragraph tersebut. Paragraf tersebut menceritakan awal mula perkenalan si pencerita (narator) dengan seorang gadis dua puluh dua tahun bernama Sophia Leonides. Ketika si narrator menceritakan kejadian itu, tentu saja ia menggunakan bentuk waktu simple past tense.  Mengapa? Karena kejadian perkenalan itu sudah terjadi atau sudah lewat. Oleh karena itu ketika kita menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, kita harus menciptakan suasana bahwa perkenalan itu sudah terjadi.  Lalu, apa lagi ciri bahwa kalimat-kalimat tersebut menggunakan simple past tense? Ya, pada kalimat pertama, terdapat kata “came” yang merupakan bentuk past dari “come”, kemudian ada kata”held”, “appreciated”, dan “knew”

Rumus simple past tense adalah sebagai berikut.

Subject + Verb II (past) + Object

Mari kita terapkan dalam kalimat yang sudah kita pelajari.

I first came to know Sophia Leonides in Egypt towards the end of the war.

Subject = I Verb II = came to know Object = Sophia Leonides Adverb of place and time = in Egypt towards the end of the war

Ingat, dengan memahami fungsi dari setiap kata, maka akan memudahkan kita dalam menerjemahkan dan memahami arti suatu kalimat.

She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there.

Subject = she Verb II = held Object = a fairly high administrative post Adverb of place = one of the Foreign Office departments out there

I knew her first in an official capacity, and I soon appreciated the efficiency that had brought her to the position she held, in spite of her youth (she was at that time just twenty two).

Subject = I Verb II = knew Object = her Adverb = first in an officially capacity

Subject = I Verb II = appreciated Object = the efficiency that had brought her to the position she held Adverb = soon, in spite of her youth

Subject = she To be past = was  Complement = twenty two Adverb of time= at that time

Jadi, akan lebih mudah bagi kita untuk menerjemahkan suatu kalimat jika kita mengetahui fungsi tiap-tiap kata yang membentuk suatu kalimat tersebut.  Lalu bagaimana cara untuk mengetahui fungsi tiap-tiap kata dalam kalimat? Pertama, cari mana saja yang termasuk kata benda. Ciri-ciri kata benda adalah sebagai berikut.:

  • Kelompok kata benda dibentuk dengan menambahkan beberapa kata di depan atau di belakang kata benda inti. Kata-kata tersebut di antaranya: a, the, this, that, some, any, one, my, dll. Contohnya: a boy (ditambah “a”), my book (ditambahkan my), some people (diambahkan some).
  • Ada juga kata benda yang tidak ditambahkan kata, yaitu kelompok kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable).
  • Didahului kata sifat, verb-ing, verb III, atau kata benda lainnya. Contoh: beautiful car (ditambah kata sifat beautiful), sleeping bag (ditambah verb-ing), written test (ditambah verb III, yaitu written), book store (diikuti kata benda lainnya, yaitu book).

Mari kita terapkan dalam latihan.

Carilah mana saja yang merupakan kata benda. 1. Andi borrowed my bag yesterday. Tentu saja Andi merupakan kata benda. Selain itu ada “bag”. Bisa diketahui karena diikuti dengan kata “my”. Sedangkan borrowed bukan merupakan kata benda, melainkan kata kerja karena dibentuk dari kata borrow+ed. Yesterday merupakan adverb atau keterangan waktu.

Setelah mengetahui mana saja yang merupakan kata benda, selanjutnya kita dapat menentukan mana yang kata kerja. Seperti contoh di atas, setelah kita menentukan mana saja yang termasuk kata benda, kita akan mudah menentukan mana yang merupakan kata kerja.  Setelah itu, kita tinggal mengartikannya dengan menerapkan pola sesuai dengan kalimat di atas. Kebetulan kalimat di atas berpola subjek, predikat, objek, dan keterangan. Subjek, pasti merupakan kata benda dan berada di depan kata kerja. Maka kita pilih: Andi. Predikat, merupakan kata kerja atau to be. Di kalimat tersebut tidak ada to be berarti kita pilih: borrowed (meminjam). Objek, berada setelah predikat yaitu “my bag” (tasku). Dan keterangan (jika ada) bisa berada di depan dan belakang. Fungsinya menerangkan kalimat, bisa tempat, bisa waktu, dll. Maka kita artikan: Andi meminjam tasku kemarin.

Teknik ini akan sangat berguna jika kalimatnya kompleks atau panjang dan terdapat banyak frasa seperti:

When I visited my grandmother’s house, I met my old friend.

Coba kita terapkan teknik di atas. Mana saja yang merupakan kata benda: I, grandmother’s house, old friend. Kemudian kita cari mana yang merupakan kata kerja: visited, met (diketahui karena berada setelah subjek (I) Mulai mengartikan dengan pola sesuai dengan pola kalimat di atas, yaitu Keterangan (diketahui karena ada kata “ketika” yang menerangkan keterangan waktu), Subjek, predikat, dan objek. Maka kita artikan: Ketika aku mengunjungi rumah nenekku, aku bertemu dengan teman lamaku.

Baiklah, mari kita kembali ke pola simple past tense.  Setelah membaca cuplikan novel Agatha Christie, kita tentunya dapat menyerap bagaimana pola simple past tense dibuat.

I first came to know Sophia Leonides in Egypt towards the end of the war. She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there. I knew her first in an official capacity, and I soon appreciated the efficiency that had brought her to the position she held, in spite of her youth (she was at that time just twenty two).

Jika kita akan sesuatu yang berhubungan dengan kata kerja, maka tidak perlu ditambahkan to be. Oh ya, to be past adalah was dan were. Namun jika kita hendak menuliskan tentang sesuatu yang bukan merupakan kata kerja seperti umur, kata sifat, dll., maka diperlukan to be was atau were.  Dapat kita lihat pada kalimat terakhir, yaitu: she was at that time just twenty two.  Pada kalimat tersebut tidak terdapat pekerjaan yang dilakukan, seperti kalimat lainnya, misalnya: bertemu, mengenal, mengagumi. Kalimat ini hanya menerangkan umur maka tidak memerlukan kata kerja, dan hanya memerlukan to be. To be past dari she adalah was.

Iklan