anunnaki-cuneiform-script-sumeria
Salah satu tulisan dari bangsa Sumeria. (Pic: aurynation.blogspot.com)

Happy Monday!

Sudah menulis berapa halaman hari ini? Yuk, mulai biasakan untuk memanfaatkan waktu luang buat menyelesaikan tulisan. Percaya nggak, selain mengasyikkan, tradisi tulis-menulis ini juga sudah ada sejak berabad-abad yang lalu loh.

Jadi, tradisi tulis-menulis itu telah terjadi sejak zaman praaksara. Zaman praaksara merupakan zaman di mana manusia belum mengenal tulisan. Lah, belum kenal tulisan kok sudah ada tradisi menulis? Dulu, di zaman itu manusia menulis untuk menyampaikan informasi bukan dalam bentuk huruf, melainkan gambar-gambar. Biasanya, gambar-gambar tersebut tertera dalam artefak atau fosil. Menurut sejarahnya, bangsa Sumeria adalah salah bangsa tertua yang mulai mengembangkan tulisan berbentuk gambar ini. Kemudian bangsa Mesir menyusul dengan mengembangkan tulisan hieroglif. Seiring dengan perjalanannya, tradisi tulis-menulis pun mengalami perubahan dan perbedaan di setiap wilayah, tergantung kondisi pada waktu itu.

Lalu, gimana sih kronologi sejarahnya tradisi tulis-menulis itu dari masa ke masa? Dari hasil kepoan Mimin di om google, secara ringkas kronologi sejarah tulis-menulis dari masa ke masa adalah sebagai berikut.

  • 3100 SM: bangsa Sumeria pertama kali mengembangkan sistem tulisan dalam bentuk gambar (piktogram), yang disebut dengan istilah cuneiform. Tulisan pada zaman bangsa Sumeria tersebut digoreskan pada lempengan tanah liat.
  • 3000 SM: bangsa Mesir mengembangkan sistem tulisan gambar yang lain, yang kemudian disebut sebagai hieroglif. Semula dalam hieroglif ini setiap benda dilambangkan dengan gambar. Namun dalam perkembangannya, kemudian digunakan juga lambang bunyi untuk mengeja kata, yang disebut sebagai kelompok “hieroglif bunyi”.
  • 1800 SM: sudah mulai ditemukan tulisan Cina yang tertulis pada kulit kerang. Tulisan tersebut sama seperti tulisan Cina yang digunakan hingga saat ini.
  • 1000 SM: huruf abjad modern pertama kali diciptakan oleh bangsa Fenisia.
  • 800 SM: abjad yang diciptakan oleh bangsa Fenisia kemudian diadaptasi oleh bangsa Yunani Kuno, yang kemudian dikembangkan lagi oleh bangsa Romawi. Bangsa Romawi menciptakan abjad latin pertama. Pada waktu itu seluruh abjad tain menggunakan huruf kapital. Bangsa Romawi juga menggunakan abjad sebagai lambing angka, seperti X = 10.
  • Tahun 105: telah ditemukan kertas oleh bangsa Cina.
  • Tahun 114: bangsa Romawi mulai mengembangkan lagi abjad latin, sehingga tidak hanya dituliskan kapital tetapi juga ada huruf kecil. Abjad latin ini kemudian meluas penggunaannya ke seluruh penjuru dunia hingga saat ini.
  • Tahun 683: ditemukan inskripsi yang ditulis dalam bahasa Melayu Kuno dengan abjad Pallawa dari India. Inskripsi ini adalah milik Kerajaan Sriwijaya ditemukan. Merupakan inskripsi pertama dan tertua di Nusantara.
  • Tahun 1450: telah ditemukan mesin cetak. Penemunya bernama Johanes Gutenberg.
  • Tahun 1844: manuskrip dalam bahasa Indonesia pertama kali diterbitkan. Manuskrip tersebut berjudul Wiwaha Jarwa dan Hukum Jawa.
  • Tahun 1867: mesin tik pertama diciptakan oleh Christopher Latham Sholes dari Milwaukee, AS, yang dibantu oleh Carlos Glidden dan Samuel W. Soule. Tahun 1868, mereka mematenkannya.
  • Tahun 1920: mesin tik elektronik pertama muncul di pasaran.
  • Tahun 1939: computer pertama diciptakan oleh seorang berkebangsaan Amerika, John Atanasoff.
  • Tahun 1990: di seluruh dunia sudah mulai mengenal internet

Wew… panjang juga ya sejarahnya. Mulai dari menulis di lempengan tanah liat, kulit kerang, hingga ditemukan kertas, komputer, hingga saat ini zaman udah serba online. Wah! Dengan segala kemudahan yang bisa kita dapat saat ini, masih mau alasan untuk malas menulis.

Yuk, nulis!

Iklan