Good afternoon! *nongol dari balik monitor*

Gimana kabarnya semua? Maaf yaa, Mimin lama nggak nongol di blog ini. Sekalinya nongol, sudah ganti tahun saja. 😦 Baiklah, postingan pertama di tahun 2016 ini, Mimin dapat curhat colongan dari Mas Layoter Rio Pangestu tentang cuaca yang sedang hooottt beberapa bulan belakangan ini. Langsung simak aja yuk! 🙂

 

panas
Pic: http://marospangkep.com

Huuhh… haduhhh…

Tidak betah rasanya. Entah kenapa. Bukan masalah pakaian yang ketat seperti anak alay atau kegedean seperti anak hip hop. Tapi memang tidak betah saja dengan hal seperti ini. Tidak cocok paling. Mungkin juga tidak terbiasa. Atau kurang adaptasi. Ah… paling hanya kurang nyaman saja. Ini cuma cuaca panas saja yang menerpa Jogja. Sudah beberapa minggu ini tepat pada tanggal 7 januari 2016 kota Jogja terkena yang namanya musim Sumuk.

Cuaca di Jogja memang tidak bisa dikontrol panasnya. Mulai dari bangun pagi hingga datangnya senja. Matahari seakan terus menyapa kota Jogja dengan senangnya, sampai-sampai matahari tidak mau tenggelam untuk berganti tempat. Pagi hari saja sinar mentari sudah datang saja. Saking semangatnya mentari menyinari Jogja, pada pukul 07.15 WIB saja sudah seperti jam makan siang. Wah sekali mentari ini. Tidak sampai di situ, sekitar pukul 12 siang, sekarang mentari mengeluarkan semburan panas maksimalnya. Sangat wah sekali mentari di minggu ini.

Sesampainya di penghujung hari, kali ini mentari masih saja belum loyo untuk berhenti memberikan sapaannya. Kali ini mentari menyapa Jogja dan masyarakatnya dengan cara memunculkan warna jingga kekuning-kuningan atau kuning keoranyean, mungkin merah temaramnya, atau mungkin ungu kemerah-merahan. Huhh… apalah warnanya yang terpenting memesona untuk dilihat.

Memang mentari itu menyebabkan sumuk yang tidak tertolong oleh AC di ruang terbuka. Bahkan, kipas angin dengan kecepatan yang mencapai angka satu. Memang mentari tidak bisa dikalahkan. Tapi di balik kekuatan sapaan panasnya, ada sebuah sapaan memesona di senja hari yang diciptakan oleh mentari. Terima kasih mentari. Be your self.

Iklan