Cari

Redaksi Javalitera

Gudangnya Literatur Inspiratif

Kategori

Info Lomba

Menata Sebuah Pagi

gM2cxXMlOleh: Rio Pangestu

Selamat pagi sinar mentari. Pagi cahaya sukma. Pagi silir udara. Pagi semua dan segala isinya. Sepertinya kata selamat pagi, sekarang sudah tidak asing untuk didengar. Jika saya pergi ke sebuah rumah jajanan sederhana dengan kasir yang memakai pakaian biru kuning atau merah hitam, pasti akan selalu diucapkan “Selamat pagi” atau “Selamat datang”. Tapi bukan itu yang mau saya bicarakan, melainkan sebuah peletakan teks pada buku.

Begini ceritanya, seperti biasa saya bangun tidur dengan keadaan setengah sadar dan berjalan menuju sebuah keran air untuk mengambil syarat beribadah. Sambil menggaruk bagian tubuh yang entah gatal atau sekadar ingin menggaruknya. Mungkin juga memang tren bangun pagi ya harus seperti itu untuk saya. Ah, tapi sudahlah jangan membicarakan bangun pagi dan segala tetek bengeknya. Rutinitas bangun pagi saya seperti manusia normal pada umumnya. Kita kembali saja pada tata letak teks pada buku.

Saya seorang penata letak buku, karena bisa dibilang saya mujur mendapatkan kemampuan tak terduga ini. Bisa dibilang pekerjaan ini tidak banyak digandrungi oleh masyarakat pada umumnya. Hanya ada beberapa yang ingin menjadi penata letak buku atau media cetak lainnya. masyarakat pada umumnya lebih familiar dengan pekerjaan sebagai pembisnis, pedagang, PNS, guru, dan lain-lain. Karena pada umumnya pekerjaan tersebut lebih menghasilkan feedback yang nyata. Lain lagi dengan penata letak buku. Pekerjaan ini banyak digunakan sebagai sampingan atau hanya sekadar untuk menyibukkan diri dari rutinitas kemasyarakatannya. Dan saya akui, sebagai penata letak buku tetap memang pekerjaan ini kurang menghasilkan sebuah penghargaan diri. Jika ditanya oleh masyarakat lain apa pekerjaanmu? Dan kamu menjawab saya bekerja sebagai penata letak buku. Pasti masyarakat lain itu akan bingung untuk bertanya lebih lanjut. Ya, begitulah masyarakat pada umumnya.

Risiko, kata itu yang saya ambil sebagai penata letak buku. Pekerjaan penata letak memang mengambil banyak risiko. Kalau dipikir secara logis, pekerjaan lain yang risikonya lebih sedikit dan mengasilkan banyak keuntungan itu banyak kok. Hanya saja yang ada di kepala saya cuma satu alasan untuk mengambil pekerjaan penata letak ini, yaitu kepantasan untuk membaca buku. Coba dipikir lagi, semua masyarakat di dunia ini pasti membaca buku atau media cetak lainnya. Bayangkan jika penata letak tidak membuat sebuah susunan keterbacaan yang baik pada buku atau media cetak, mungkin sekarang kita akan membaca skripsi setiap hari. Dengan tulisan tanpa grafik tulisan atau gambar. Padahal tugas dari penata letak sangatlah krusial dalam dunia cetak-mencetak. Karena sebuah buku yang sudah ditata tulisannya akan dibaca dengan nyaman oleh masyarakat. Nah, satu pedoman alasan inilah yang membuat saya mengambil risiko menjadi penata letak buku.

Wah sudah jam delapan pagi saja, saatnya menyusun tulisan dengan kasih dan sayang. Seperti mbak atau mas berpakaian biru kuning atau merah hitam yang setiap hari menyusun produk jajanan di rumah jajanannya.

#Sst… ini curhatan Mas layouter Javalitera, hehehe. Nih, kalau mau kenalan >> @riiioap 😀

Iklan

Hari Surat Menyurat Internasional dan #Bukuis Edisi Minggu Kedua Oktober 2015

Hai!

Tahu nggak kalau hari ini, tanggal 9 Oktober, diperingati sebagai hari Surat Menyurat Internasional? Apaan tuh, Hari Surat Menyurat Internasional?

Well, Hari Surat Menyurat Internasinal ini diadakan guna memperingati berdirinya layanan pos internasional atau Universal Postal Union, pada 9 Oktober 1874. Selain untuk memperingati berdirnya layanan pos internasional, Hari Surat Menyurat Internasional ini juga bertujuan untuk mempererat persahabatan di seluruh dunia, dan supaya masyarakat tidak melupakan tradisi surat-menyurat yang konon sudah ada sejak 2000 SM. Wow!

Yah, tahu sendiri kan, tradisi surat-menyurat belakangan ini mulai terlupakan seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih.

Nah, kalau minggu lalu kita sudah seru-seruan dengan baju batik, kali ini Javalitera mau ngajakin kamu seru-seruan lagi dengan #Bukuis spesial memperingati Hari Surat Menyurat Internasional. Javalitera mau ajakin kamu membuat surat untuk ibu. Akan dipilih satu peserta dengan surat yang paling bagus untuk mendapatkan hadiah yang menarik.

Detail teknisnya, cek di bawah ini ya. Mimin tunggu suratnya… ^^

#bukuis 9 Okt

Berbatik Ria di Instagram

Meskipun sudah lewat, tapi euforia Hari Batik Nasional masih kerasa nih. Jumat Minggu lalu Javalitera mengadakan #Bukuis spesial Hari Batik Nasional di instagram. Di #Bukuis tersebut, Javalitera ngajakin teman-teman semua untuk menunjukkan kecintaan terhadap batik. Caranya, dengan mengunggah foto pakai baju batik di instagram, lalu diberi caption yang berisi ungkapan kecintaan kepada batik.

Dan…. Mimin nggak menyangka pesertanya akan banyak dan kreatif-kreatif. Setelah rembukan sama kakak-kakak redaksi, akhirnya terpilih Kak Hermawan dari Sumedang yang jadi pemenangnya dan berhak mendapat hadiah menarik dari Javalitera. Namun demikian, bukan berarti yang lain nggak bagus, loh.

Nah, sekarang Mimin mau posting lima foto pilihan yang paling jadi favorit Mimin dan kakak-kakak redaksi Javalitera nih….

  1. @Ciciatikasari

#Bukuis Batik _ Ciciatikasari

Batik adalah salah satu karya bangsa yang menjadi salah satu ciri khas kebudayaan Indonesia. Bangga banget pakai batik, batik kan indah motifnya banyak beraneka ragam corak yang bisa dipilih. Kainnya juga adem, cocok banget buat dipakai, baik acara santai ataupun resmi. Nggak nyesel punya baju batik. I ♥ Batik

 

  1. @yahajir23

#Bukuis Batik _ yahajir

Memakai batik adalah sebuah kebahagiaan bagi kami. Kami bangga Berbatik. Selamat hari Batik Nasional. Mari sama-sama kita lestarikan budaya Nusantara ini. Mari budayakan berbatik !! ^^

 

  1. @nindyallihc

#Bukuis Batik _ nindya

Beragam corak dan ragamnya, saya cinta dan bangga. Dan satu yang terpenting batik adalah identitas Indonesia.

 

  1. @hermavvan

#Bukuis Batik _ hermawan

Indonesia mempunyai batik yang beragam. Dari Sabang sampai Merauke berbeda-beda jenis dan coraknya. Tapi walaupun berbeda-beda batik itu cuma Indonesia yang punya. Jadi, kita patut bangga menjadi WNI. Ayo tunjukkan kecintaanmu terhadap Indonesia dengan memakai batik!!!

SELAMAT HARI BATIK NASIONAL

 

  1. @inaroh_1004

#Bukuis Batik _ inaroh

Pakai batik, membuat kita semakin Menarik” -> Saya bangga memakai batik. Karena di sisi motif batik yang begitu indah dan menawan, batik juga kebanggaan dunia milik Indonesia!

 

Nah, seru kan berbatik ria. Batik itu merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang sudah diakui oleh dunia. Bukan hanya di kalangan masyarakat umum saja, batik bahkan telah digemari oleh para selebriti internasional loh. Tuh, kalau para seleb internasional saja pada gemar berbatik, masa kita enggak. 😀

Berbahagialah dengan Biasa Wahai Engkau yang Biasa Bahagia

kue abilOleh: Kak Emirfan

Hari ini Abil, anak pertama saya, ulang tahun yang kedua. Mungkin, dia belum mengerti arti ulang tahun. Sebenarnya saya juga belum paham-paham benar sih. Tapi, memang biasanya kita nggak perlu tahu arti sesuatu untuk melakukan. Hwehehe.

Tahun lalu, ulang tahunnya tidak dibuat spesial karena kami pikir masih terlalu kecil. Alasan kami tidak membuat spesial hari ulang tahunnya didukung oleh anggapan sebagian orang yang katanya ketika orangtua membuat pesta ulang tahun anaknya yang masih kecil dan belum paham, maka orangtuanyalah yang ingin pesta tersebut ada, orangtuanyalah yang kepengin dandan keren. Syukurlah ada anggapan seperti itu, meski di dalam hati tidak terlalu setuju. Tapi, Ayah dan Bunda jangan mengurungkan niatnya loh kalau sudah berencana membuatkan pesta buat si kecil. Sanggah saja anggapan tersebut kalau masa kecil anak kita itu tidak bisa diulang kembali. Kenangan saat pesta ulang tahun akan diingat si kecil saat dia besar dan sebagainya. Sanggah-menyanggah itu masalah kecil kok.

Tahun ini, ulang tahun keduanya, masih di bulan September, Abil dapat kado. Lebih cepat 28 hari sih. Adiknya lahir di tanggal 2 September. Untuk adiknya inilah, energi kami (orangtua) tersita. Maka sepertinya, ulang tahun keduanya akan seperti biasa saja. Seperti hari-hari lainnya, seperti biasa. Tetap dan selalu bahagia. Sehari-hari tendang-tendangan bola. Main air sebelum mandi. Minta ikut saat bapaknya mau berangkat kerja. Orang yang disebut terakhir itu tidak bisa menolak atau membiarkan anaknya menangis. Muter-muterlah mereka lihat sapi dan peliharaan lain milik penduduk di sekitar tempat tinggal. Sudah itu, mampir ke warung membeli es krim atau jajanan lain yang sebenarnya nggak dibolehin ibunya kalau terlalu banyak.

Habis itu, pulang ke rumah. Abil menikmati jajanannya, dialihkan ke ibunya, sedang bapaknya menuntun motornya dan menyalakan mesinnya agak jauh dari rumah. Kabur berangkat kerja. Kadang-kadang, di jalan, saya merasa pengin juga didadahin sama anak dan istri seperti bapak-bapak lainnya. Di lain hari, saya menggumamkan lagu “And the hardest of this is leaving you”. Bahwa perpisahan memang menyedihkan, maka dadah-dadahan itu saya rasa nggak perlu. Terbukti loh: Abil nangis. Selalu nangis. Selalu ingin ikut.

Diceritakan ibunya, setelah saya pergi berangkat kerja, Abil nggak nyariin loh. Harusnya dia nyari. Harusnya dia nangis pas tahu bapaknya nggak ngajak dia. Harusnya dia merasa ditipu oleh es krim dan jajajan dari warung. Kesimpulan saya, sebenarnya dia tahu bapaknya sudah berangkat dan dia nggak diajak. Hanya saja, dia tidak mau dan sepakat untuk tidak dadah-dadahan. Hahaha. Sore harinya, saya datang. Dia menyambut dan kami tertawa bersama.

Tersebutlah seorang Tante Bunda. Tetangga kami yang dekat dengan Abil, yang menyebut Abil anak ketiganya. Abil memanggilnya Bunda. Tadi siang, saya dikabari ibunya Abil kalau Tante Bunda ngirim kue ulang tahun. Wuiih. Terima kasih banyak atas perhatiannya ya, Mbak Puspa Ardhiaz Egawanty. Ibunya Abil (mungkin bersama Tante Bunda) berencana menyuruh Abil meniup lilin bersama Mas Rava dan Mas Abad (anak-anaknya Tante Bunda dan Om Dumas Mahar) mungkin beserta anak-anak tetangga yang lain (Abil kalo udah gede baca tulisan ini ya dan berterima kasihlah).

“Acaranya biasa aja lah. Gelar tikar di carport, beli jajanan anak-anak. Kalau ada anak tetangga lewat disuruh gabung. Gaya Rock n’ Roll aja,” tulis Minda Dewi Mokhamad lewat whatsapp.

Oke… Selamat ulang tahun ya, Abil, eh Mas Abil. Berbahagialah dengan biasa wahai Abil yang udah biasa bahagia.

Om dan Tante Javalitera juga mau mengucapkan Selamat Ulang Tahun ahh… buat Mas Abil. Semoga makin pintar dan lucu. ^^

#Comot dari Facebook-nya Kak Emirfan, hehehe

Pengumuman Pemenang Tantangan Menulis Cerita LDR (Lebaran dan Ramadan)

Halooo…

Langsung saja ya, nggak usah basa-basi lagi. Sesuai janji, Mince akan umumkan tiga orang pemenang tantangan menulis cerita LDR (Cerita Lebaran dan Ramadan). Setelah melalui diskusi yang alot (tsaahh… bahasanya Mince), inilah tiga peserta dengan cerita yang paling menarik!

Pemenangnya adalah … taratak dung jess… *pukul drum*

Juara 1:

Devie Ariyani

Twitter: @DevieAryani_

Judul: Tahun Ini dan Tahun Lalu

Mendapatkan paket buku Sains Sinting edisi satu dan dua. Plus voucher diskon 35% free ongkir.

Jpeg
Jpeg

Juara 2:

Vitrian Megaretha

Twitter: @VMegaretha

Facebook: Vitrian Megaretha

Judul: Kumpul Bersama Para tester

Mendapatkan buku Dahsyatnya Dunia: Kumpulan Fakta Paling Unik dan Asyik dari Seluruh Dunia. Plus voucher diskon 35% free ongkir.

Jpeg
Jpeg

Juara 3:

Reynal Restu Affandi

Twitter: @reynal_restu

Judul: Lebaran di Ponorogo

Mendapatkan voucher diskon 35% free ongkir dari Javalitera. Bisa buat belanja buku-buku terbitan Javalitera yang mana saja, berapa saja, dengan potongan harga 35%, free ongkir.

Selamat kepada para pemenang. Ditunggu konfirmasinya, kirim data diri berupa nama, alamat lengkap, dan nomor telepon untuk pengiriman hadiah ke email naskah.javalitera@gmail.com

Blog di WordPress.com.

Atas ↑