Cari

Redaksi Javalitera

Gudangnya Literatur Inspiratif

Kategori

Resensi

[Review] Muslimah Kudu Happy: Hope, Pray, dan Move On

88

Judul: Muslimah Kudu Happy

Penulis: Dian Nafi

Penerbit: Trans Idea Publishing

Terbit: Oktober 2015

Tebal: 286

Dalam hidup ini, pastinya kita selalu mengalami yang namanya masalah. Entah itu masalah yang datang dari internal diri sendiri, ataupun masalah yang berasal dari lingkungan sekitar. Masalah-masalah itu, tiap datang pasti bikin kita sedih, kecewa, sakit hati, patah hati, marah, dan hal-hal menjengkelkan lainnya yang membuat mood jadi berantakan dan mengganggu aktivitas harian kita.

Lantas, kenapa hidup itu selalu ada masalah?

Hmm… kalau kata Duke Ellington sih, “Masalah adalah kesempatan untuk kita melakukan sesuatu yang lebih baik.” Maksudnya bagaimana?

Yap, dari setiap masalah yang datang, kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah sehingga tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Masalah-masalah itu merupakan cara Allah untuk menaikkan iman dan menjadikan kita manusia yang lebih baik. Masalah-masalah itu ibaratnya sebuah ujian dalam universitas kehidupan, yang ketika kita berhasil melewatinya maka kita akan naik ke level berikutnya.

“Bergembiralah karena ujian. Berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu Ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia.” – hal. 17

Dengan buku ini, Dian Nafi ingin mengajak kita, para muslimah, untuk menghadapi segala permasalahan yang terjadi dengan gagah berani. Jangan biarkan masalah-masalah itu lantas membuat kita terpuruk, stress berkepanjangan, sedih berlebihan, menyalahkan diri sendiri, sehingga melupakan potensi diri serta masa depan panjang yang masih perlu kita perjuangkan.

Secara garis besar, buku ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, penulis mengajak kita untuk mengenali diri sendiri. Bagian kedua, kita diajak introspeksi, apa saja hal-hal yang umumnya dapat berpotensi untuk mendatangkan bermacam masalah. Adapun pada bagian ketiga, penulis mengajak kita untuk bangkit kembali setelah terpuruk karena sebuah permasalahan. Ada juga kisah-kisah inspirasi di sekitar kita serta kisah dari para tokoh atau selebriti di dunia.

“Lepaskanlah segala rasa bersalah itu di belakang. Maafkan diri sendiri dan masa lalu yang suram dengan penuh keikhlasan.” – hal. 147

Buku ini merupakan sebuah kado untuk para muslimah, agar senantiasa menaruh harapan-harapan yang baik dalam hidupnya, dan tidak pernah berputus asa. Apa pun permasalahan yang sedang dihadapi, La Tahzan Innallaha Ma’ana. Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.

Jadi, muslimah itu kudu happy yaa…

Iklan

[Review] Your Blood Type and Around You

Hasil “bergerilya” di ruang redaksi, Mimin nemu buku unyu lagi. Yeay!

Selalu nggak bisa tahan diri tiap lihat yang unyu-unyu, seperti Lee Seung Gi. *ehh Akhirnya, Mimin “culik” deh nih buku. Lumayan, buat bacaan daripada galauin mantan. *Please deh, Min. Curhat mulu.*

Nih, Mimin kasih lihat covernya dulu, biar kepengin juga. 😀 *ketawa evil*

Your Blood Type and Around You

Oke, Mimin bocorin dikit deh ya, isinya. Jadi, sebagaimana judulnya, buku ini berisi tentang golongan darah dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Sebagian dari kita tentu sudah tidak asing dengan wacana tentang golongan darah yang dapat memengaruhi karakter seseorang. Misalnya, si AB yang unik, si B yang kharismatik, si A yang disiplin, dan si O yang setia juga romantis. Terlepas fakta atau sekadar mitos belaka keterkaitan antara golongan darah dengan karakter, yang jelas hal ini menjadi sebuah wacana yang menarik perhatian banyak masyarakat. Bahkan, di negara seperti Jepang misalnya, sudah menggunakan golongan darah sebagai acuan untuk merekrut karyawan, cari jodoh, dan sebagainya. Weww….

Nah, di buku ini nih, Gaes… dibahas berbagai macam hal terkait golongan darah seseorang. Mulai dari asal mula golongan darah dianggap dapat memengaruhi karakter, menu diet yang sehat berdasarkan golongan darah yang dilengkapi dengan tinjauan medisnya, ada juga golongan darah para selebriti dan tokoh-tokoh di dunia.

Ah, jadi pengin ngecek, Mas Lee Seung Gi golongan darahnya apa yaa? ^^

Dan yang bikin buku ini semakin menarik nih, Gaes… penyajian isinya nggak hanya melulu teori. Namun juga disampaikan melalui cerita Geng Golidar yang lucu dan seru. Mimin sampai ketawa-ketiwi sendiri waktu baca kelakuan si Ai, Bi, Abi, dan Oei. Terutama sama Abi, si golongan darah AB, yang paling absurd sendiri daripada teman-temannya, haha. 😀

golidarYap, ternyataaa… bukan cuma covernya yang unyu, isi buku ini juga unyu-unyu, seru, dan menghibur. Penasaran? Baca sendiri ya, Gaeesss… :p *kabur*

[Review] Recharge Your Spirit: Begini Caranya Move On

P1010471

Penulis: Keen Achroni

Penerbit: Trans Idea Publishing

Halaman: 260 halaman

ISBN: 978-602-7996-55-7

Kategori: Motivasi

 

Sabtu siang kemarin Mimin lihat buku ini di rak buku ruang redaksi. Covernya unyu banget, Mimin jadi tertarik. Haha 😀

Akhirnya Mimin pijam bawa pulang deh buat bekal malam mingguan. << Ketahuan jomblo single happy.

And you know what, Guys? Bukan hanya covernya saja yang unyu-unyu, isi buku ini juga kece abis. Oke, Mimin bocorin sedikit deh ya isinya. Jadi, ini adalah salah satu buku motivasi dan inspirasi untuk remaja. Sebagai remaja, termasuk Mimin tentu saja (disorientasi umur), rawan sekali terserang dengan yang namanya galau. Sebenarnya hal itu wajar, sebab remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa.

Pada masa ini remaja akan dihadapkan pada dua kondisi. Di suatu sisi, remaja sudah bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri. Mereka sudah bisa lebih bebas dan mandiri. Bukan lagi anak-anak yang selalu bergantung kepada orangtua. Masa remaja merupakan masa untuk berkreativitas dan mencoba hal-hal baru. Masa remaja bisa menjadi masa yang membahagiakan dan penuh keceriaan. Namun, di sisi lain, masa remaja juga merupakan masa yang penuh dengan masalah dan tekanan. Tekanan dan masalah yang itu bisa berasal dari lingkungan sekolah, keluarga, dan pergaulan, maupun karena faktor internal dari dalam diri remaja itu sendiri. Hal ini disebabkan karena kondisi psikis atau mental dari remaja yang belum stabil sebagaimana orang dewasa.

Nah, di dalam buku ini, Kak Keen Achroni ingin mengajak para remaja untuk menghadapi masalah-masalah yang datang dengan gagah berani. Tidak lantas larut dalam kegalauan yang pada akhirnya justru menghambat para remaja untuk berprestasi. Asyik banget nggak tuh?

Yang istimewa, secara garis besar motivasi-motivasi yang ada di buku ini disajikan dalam tiga bagian. Bagian pertama, Kak Keen Achroni mengajak kita untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang umumnya dialami oleh para remaja. Bagian kedua, disajikan solusi-solusi dari berbagai permasalahan yang telah disebutkan dalam bagian pertama. Kak Keen Achroni juga mengajak kita untuk move on dan tidak terlalu larut dalam permasalahan-permasalahan tersebut. Bagian ketiga, ada kisah-kisah inspiratif dari remaja-remaja berprestasi di seluruh dunia, yang dijamin bikin iri dan pengin ikut berprestasi juga. Wuiih!

Move on yuk ah!
Move on yuk ah!

Nggak hanya itu, Guys… Selain cover yang unyu dan isi buku yang kece, ternyataaa… layout buku ini juga keren! Nggak seperti buku motivasi pada umumnya yang hanya berisi kalimat-kalimat yang terkesan menggurui, yang baru baca satu bab aja Mimin pasti langsung tidur. *ditimpuk buku*

Buku ini disajikan dengan layout dua warna, biru-putih-hitam. Ehh, tiga warna ding itu ya? *fokus woy, Min!* Plus dilengkapi pula dengan ilustrasi yang lucu-lucu. Dijamin nggan bosan bacanya! 😀

P1010479
Ilustrasi lucu-lucu
P1010482
Ilustrasi lucu-lucu

Intinya, ini buku selera Mimin banget deh nih. Dan Mimin rekomendasikan juga buat kamu para galauers. Daripada menggalau di medsos dan bikin orang jadi pengin mendirikan “Gerakan 1000 Pukpuk” buat kamu, mending usir galau itu dengan cara yang lebih elegan: baca buku. Nih, buku ini salah satunya!

Cerita dari Pembaca Pertama Novel “Pocong Bunting”

1Ngeliat judulnya aja udah bikin aku garuk-garuk kepala. Heran, kok bisa ya pocong bunting? Kok bisa sih pocong ngebuntingin pocong lain, sedangkan tangannya aja sedakep mana bisa dia buka lawonnya. Lagipula bagaimana cara ngelahirinnya nanti? Bayinya nanti bentuknya kayak apa yaa? Seribu satu pertanyaan berlomba-lomba nyembul di kepala, tanda minta jawaban. Sampai akhirnya aku disodorin novel Pocong Bunting ini. Iya, ini beneran novel. Dan novel ini beneran punya alur cerita yang jelas. Aku punya buku bacaan bergenre sama, tapi isinya cuma lelucon penulisnya doang. Sama lucunya, tapi alur ceritanya lompat-lompat kaya pocong. Apa emang sengaja dibikin begitu yaa biar menjiwai karakter yang digambarkan. Halah mulai ngaco nih….

Selama aku baca novel ini, berbagai mimik muka dari takut, sedih, nelangsa, galau, ceria, ketawa, dan bahasa tubuh dari tepok jidat, garuk-garuk kepala, mukul guling, sampai kebelet pipis saking nanggungnya karena lagi seru-serunya baca bisa berkolaborasi jadi satu. Kalau boleh jujur sih, alasan terbesar aku nahan kencing karena takut. Hah, takut??? Pasti sekarang kalian deh yang gantian garuk-garuk kepala. Gimana nggak takut coba, walaupun pocong di novel ini nggak bisa divisualisasikan lewat gambar, tapi pendeskripsiannya tuh hemmm… jempol banget. Tampang pocong yang gosong, mata merah, berdarah-darah, belepotan tanah, belatungan, sampai bau bacinnya segala ditulis. Berasa penulisnya udah akrab banget sama dunia gaib perpocongan. Eits… jangan salah, walaupun tampang mereka nggak ada kece-kecenya, tapi tuh pocong semuanya pada rumpi, rempong, ababil, agak lupita-an, dan otaknya agak lambreta ambrojini. Haaahhh, pasti semua pada penasaran, kan? Aku ceritain sedikit deh, nggak tahan nih mulut mau ngerumpi.

Permasalahan dimulai sejak dua sejoli Romano dan Jumiet memutuskan untuk bunuh diri nenggak AO kedaluwarsa karena percintaan mereka nggak disetujuin oleh kedua belah pihak, karena abangnya Jumiet dan babenya Romano musuh bebuyutan. Mereka berdua tewas, dan semua keluarga pun menyesalkan kejadian ini. Akhirnya mereka dikuburkan dengan liang lahat yang berdampingan, bakalan jadi satu liang sebab makam ambrol dan belum diurug karena warga udah pada lari saat liat penampakan pocong lain. Akhirnya percintaan dan pernikahan mereka berlanjut di alam gaib. Sampai akhirnya Jumiet bunting, nggak ngerti tuh gimana bisa begitu. Tapi sayang kebahagiaan mereka direnggut paksa oleh Bos Jujum, si bos KomPoc (komunitas pocong), dia maksa Romano ngawinin dia juga biar hamil kaya Jumiet. Herannya, ada lagi salah kawin si pocong sama si Genderuwo. Permusuhan antara geng pocong sama geng genderuwo. Haduh, macem-macem deh. Baca sendiri deh novelnya, biar nggak penasaran. Kalau aku tulis di sini semua kepanjangannn, bukan sinopsis malah jadi novel juga entar.

Oke, selamat membaca. Dan rasakan andrenalin kalian membuncah, meluap-luap, melebur, melayang, selama membaca novel Pocong Bunting ini.

Desya, First Reader

Blog di WordPress.com.

Atas ↑