Cari

Redaksi Javalitera

Gudangnya Literatur Inspiratif

Kategori

Tips

Tips Mengurangi Minus Mata

Mata minus atau rabun jauh, bagi kalian yang gemar membaca pasti sudah tidak asing lagi dengan kelainan mata yang satu ini. Mata minus memang selalu dikait-kaitkan dengan kegemaran membaca. Namun, sebenarnya ada banyak faktor penyebab dari mata minus. Mulai dari faktor keturunan, pola makan yang tidak sehat, serta pola hidup yang kurang sehat, seperti membaca buku dengan penerangan yang kurang memadai, membaca sambil tiduran, membaca dengan jarak mata dan objek yang terlalu dekat, terlalu sering menatap layar televisi ataupun komputer, dan lain-lain.

Pic: www.yukiwaterfilter.com
Pic: http://www.yukiwaterfilter.com

Menderita rabun jauh atau minus, memang kurang menyenangkan. Karena harus ketergantungan kepada alat bantu berupa kacamata atau lensa kontak untuk dapat melihan objek dari jarak jauh dengan jelas. Untuk mencegahnya, tentu saja kita harus menghindari faktor-faktor penyebabnya sebagaimana yang telah disebutkan pada paragraf di atas, kecuali faktor keturunan.

Nah, buat yang udah terlanjur minus, nih ada tips mengembalikan fokus mata sehingga mengurangi minus mata. Cekidot, yuks!

Pertama, apabila kamu harus berhadapan dengan komputer atau laptop dalam aktivitasmu sehari-hari, maka aturlah agar kecerahan layar komputer tidak terlalu terang. Atur pula posisi mata dengan layar agar tidak terlalu dekat.

Setiap 5–10 menit sekali, sempatkan untuk mengistirahatkan mata. Bisa dengan cara memejamkan mata selama beberapa detik, atau dengan melihat objek/benda lain selain layar komputer. Basuh muka dengan air dingin juga dapat bermanfaat untuk menyegarkan kembali mata yang lelah. Selain itu, pastikan untuk tidur yang cukup, yaitu 8 jam per hari.

Kedua, kalau kamu suka membaca, pastikan untuk membaca dalam posisi yang baik. Atur jarak antara mata dan bacaan, jangan terlalu dekat. Jangan membaca sambil tiduran, karena posisi ini akan membuat jarak antara mata dengan bacaan berubah-ubah. Akibatnya, mata menjadi tidak fokus. Pastikan membaca dalam penerangan yang memadai. Jangan membaca di tempat yang remang-remang, karena akan membuat mata menjadi lelah.

Ketiga, jaga pola makan agar tetap sehat. Hindari konsumsi obat-obatan yang justru akan membahayakan kesehatan mata. Kalau ingin mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk mata, pastikan untuk memilih merek yang terpercaya atau atas rekomendasi dokter mata. Kalau ingin cara yang lebih aman, konsumsi vitamin mata yang lebih alami seperti buah dan sayur-sayuran.

Keempat, kamu bisa juga melakukan senam khusus untuk mengembalikan fokus mata. Berikut cara yang aman dan tidak berbahaya untuk mengembalikan fokus mata:

  1. Ketika bangun tidur, lihatlah pemandangan hijau dari pepohonan sekitar. Pilih pohon dengan jarak paling jauh, perhatikan selama 5 sampai 10 menit. Lakukan secara rutin setiap hari.
  2. Gosokkan kedua telapak tangan hingga tercipta panas, kemudian letakkan telapak tangan pada kelopak mata. Tahan selama lima detik. Ulangi sebanyak tiga kali.
  3. Gerakkan bola mata searah jarum jam dan juga berlawanan arah jarum jam. Lakukan sebanyak 5 kali sehari.
  4. Posisikan sebuah pensil atau objek lain dengan jarak 20 – 30 cm di depan mata. Fokuskan pandangan pada objek tersebut, kemudian dekatkan secara perlahan hingga jarak 10 cm. Lalu jauhkan lagi hingga ke posisi semula. Ulangi sebanyak 10 kali.
  5. Lakukan pijatan untuk mata. Mulai dari memijat pelipis secara melingkar searah jarum jam sebanyak 20 kali, dan berlawanan arah jarum jam sebanyak 20 kali juga. Kemudian pijat tengah alis, dan terakhir pijat dengan lembut area bawah mata dengan jari-jari.
  6. Ketika mata terasa lelah, letakkan irisan mentimun di atas kelopak mata lalu berbaring di tempat nyaman. Bisa juga dengan menempelkan daun sirih di kelopak mata saat akan tidur.

Setelah melakukan beberapa tips di atas selama beberapa minggu, kamu akan merasakan penglihatanmu meningkat sedikit demi sedikit. Namun, tentu saja hal itu tidak akan berhasil apabila tidak diimbangi dengan menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat.

Selamat mencoba!

 

#Dari berbagai sumber

Iklan

Menerjemahkan Novel Bahasa Inggris ke Dalam Bahasa Indonesia

Pertama-tama, mari kita baca cuplikan salah satu novel karya Agatha Christie yang diterbitkan pertama kali oleh Harper Collins pada 1949 berikut.

Crooked House

by Agatha Christie

Chapter 1

I first came to know Sophia Leonides in Egypt towards the end of the war. She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there. I knew her first in an official capacity, and I soon appreciated the efficiency that had brought her to the position she held, in spite of her youth (she was at that time just twenty two).

Mari kita simak arti per kata.

I : “saya”, “aku”, “gua”, dan “huruf kesembilan dari abjad Inggris”.  First: merupakan ordinal number yang berarti “pertama”. Bisa juga berarti “mula-mula”, “awalnya”. Came: merupakan bentuk past dari kata “come” yang berarti “datang”.  Know: artinya “mengetahui”, “mengenal”.  In: “di”, “dalam”, “pada”, “di antara”  Egypt: “Mesir”.  Towards: “terhadap”, “ke arah”, “untuk”, “menjelang”, “hampir”, dan “ke pada”. End: “akhir”  War: “perang”

Langkah kedua adalah memilah makna yang sesuai dengan konteksnya.

I : “aku”.  First: “awalnya” Came: “datang”  Know: “mengenal”  In: “di”  Egypt: “Mesir”.  Towards: “menjelang”. End: “akhir”  War: “perang”

Setelah mendapatkan makna kata yang sesuai dengan konteks kalimat, kita coba menyusunnya agar menjadi sebuah kalimat sehingga menjadi:  “I first came to know Sophia Leonides in Egypt towards the end of the war.”  “Aku awalnya datang mengenal Sophia Leonides di Mesir menjelang akhir perang.”

Langkah selanjutnya adalah menerjemahkannya menjadi kalimat yang enak dibaca. “Awalnya, aku mengenal Sophia Leonides di Mesir ketika Perang Dunia hampir berakhir.

Kalimat kedua: She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there.  She: “dia (perempuan)” Held: merupakan bentuk past dari hold yang berarti “memegang”, ‘mendapatkan”, “mengadakan”, mempertahankan” A: “sebuah”, “suatu” Fairly: “agak baik”, “lumayan”, “hampir” High: “tinggi”, “besar”, “mahal” Administrative: “administratif”, “ketatausahaan”, Post: “tonggak”, “tempat tugas”, “jabatan”, “surat kabar”, “majalah”, “menempatkan”, “memasang”.  One: “Satu” Foreign: “luar negeri”, “asing”, “yang datang dari luar” Office: “kantor”, “jabatan”, “jasa” Departments: 1 departemen. 2 bagian. Out: 1 keluar. 2 di luar There: 1 ada. 2 di sana

Langkah kedua adalah memilah makna yang sesuai dengan konteksnya.

She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there.

She: “dia (perempuan)” Held: “memegang”  A: “sebuah” Fairly: “lumayan” High: “tinggi”, Administrative: “administratif”, Post: “jabatan” One: “Satu” Foreign: “luar negeri” Office: “kantor”, Departments: 1 departemen. 2 bagian. Out: di luar There: di sana

Kemudian, kita menyusunnya agar menjadi sebuah kalimat sehingga menjadi: She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there.  Dia memegang sebuah jabatan administratif lumayan tinggi di satu kantor departemen luar negeri di sana.

Lalu menerjemahkannya menjadi kalimat yang enak dibaca:

She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there.  Dia menduduki jabatan administratif yang cukup tinggi di salah satu kantor departemen Luar Negeri di sana.

Kita sudah menerjemahkan dua kalimat dalam paragraph di atas. Sekarang coba Anda lanjutkan untuk mengerjakan kalimat selanjutnya. Caranya seperti yang dibahas di atas. Coba dulu dan jangan langsung melihat hasil terjemahan di bawah ini. Kalau sudah, silakan cocokkan dengan terjemahan di bawah. Kalimat Anda bisa saja berbeda karena setiap orang punya kreativitas yang berbeda, asal maknanya harus benar dan enak dibaca. I knew her first in an official capacity, and I soon appreciated the efficiency that had brought her to the position she held, in spite of her youth (she was at that time just twenty two).  Mula-mula, aku mengenalnya hanya untuk urusan kantor. Kemudian, aku segera mengagumi efesiensi kerjanya yang membawanya pada posisi yang cukup tinggi meskipun ia masih muda (waktu itu dia baru dua puluh dua tahun).

Mari kita kembali ke paragraph tersebut. Paragraf tersebut menceritakan awal mula perkenalan si pencerita (narator) dengan seorang gadis dua puluh dua tahun bernama Sophia Leonides. Ketika si narrator menceritakan kejadian itu, tentu saja ia menggunakan bentuk waktu simple past tense.  Mengapa? Karena kejadian perkenalan itu sudah terjadi atau sudah lewat. Oleh karena itu ketika kita menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, kita harus menciptakan suasana bahwa perkenalan itu sudah terjadi.  Lalu, apa lagi ciri bahwa kalimat-kalimat tersebut menggunakan simple past tense? Ya, pada kalimat pertama, terdapat kata “came” yang merupakan bentuk past dari “come”, kemudian ada kata”held”, “appreciated”, dan “knew”

Rumus simple past tense adalah sebagai berikut.

Subject + Verb II (past) + Object

Mari kita terapkan dalam kalimat yang sudah kita pelajari.

I first came to know Sophia Leonides in Egypt towards the end of the war.

Subject = I Verb II = came to know Object = Sophia Leonides Adverb of place and time = in Egypt towards the end of the war

Ingat, dengan memahami fungsi dari setiap kata, maka akan memudahkan kita dalam menerjemahkan dan memahami arti suatu kalimat.

She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there.

Subject = she Verb II = held Object = a fairly high administrative post Adverb of place = one of the Foreign Office departments out there

I knew her first in an official capacity, and I soon appreciated the efficiency that had brought her to the position she held, in spite of her youth (she was at that time just twenty two).

Subject = I Verb II = knew Object = her Adverb = first in an officially capacity

Subject = I Verb II = appreciated Object = the efficiency that had brought her to the position she held Adverb = soon, in spite of her youth

Subject = she To be past = was  Complement = twenty two Adverb of time= at that time

Jadi, akan lebih mudah bagi kita untuk menerjemahkan suatu kalimat jika kita mengetahui fungsi tiap-tiap kata yang membentuk suatu kalimat tersebut.  Lalu bagaimana cara untuk mengetahui fungsi tiap-tiap kata dalam kalimat? Pertama, cari mana saja yang termasuk kata benda. Ciri-ciri kata benda adalah sebagai berikut.:

  • Kelompok kata benda dibentuk dengan menambahkan beberapa kata di depan atau di belakang kata benda inti. Kata-kata tersebut di antaranya: a, the, this, that, some, any, one, my, dll. Contohnya: a boy (ditambah “a”), my book (ditambahkan my), some people (diambahkan some).
  • Ada juga kata benda yang tidak ditambahkan kata, yaitu kelompok kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable).
  • Didahului kata sifat, verb-ing, verb III, atau kata benda lainnya. Contoh: beautiful car (ditambah kata sifat beautiful), sleeping bag (ditambah verb-ing), written test (ditambah verb III, yaitu written), book store (diikuti kata benda lainnya, yaitu book).

Mari kita terapkan dalam latihan.

Carilah mana saja yang merupakan kata benda. 1. Andi borrowed my bag yesterday. Tentu saja Andi merupakan kata benda. Selain itu ada “bag”. Bisa diketahui karena diikuti dengan kata “my”. Sedangkan borrowed bukan merupakan kata benda, melainkan kata kerja karena dibentuk dari kata borrow+ed. Yesterday merupakan adverb atau keterangan waktu.

Setelah mengetahui mana saja yang merupakan kata benda, selanjutnya kita dapat menentukan mana yang kata kerja. Seperti contoh di atas, setelah kita menentukan mana saja yang termasuk kata benda, kita akan mudah menentukan mana yang merupakan kata kerja.  Setelah itu, kita tinggal mengartikannya dengan menerapkan pola sesuai dengan kalimat di atas. Kebetulan kalimat di atas berpola subjek, predikat, objek, dan keterangan. Subjek, pasti merupakan kata benda dan berada di depan kata kerja. Maka kita pilih: Andi. Predikat, merupakan kata kerja atau to be. Di kalimat tersebut tidak ada to be berarti kita pilih: borrowed (meminjam). Objek, berada setelah predikat yaitu “my bag” (tasku). Dan keterangan (jika ada) bisa berada di depan dan belakang. Fungsinya menerangkan kalimat, bisa tempat, bisa waktu, dll. Maka kita artikan: Andi meminjam tasku kemarin.

Teknik ini akan sangat berguna jika kalimatnya kompleks atau panjang dan terdapat banyak frasa seperti:

When I visited my grandmother’s house, I met my old friend.

Coba kita terapkan teknik di atas. Mana saja yang merupakan kata benda: I, grandmother’s house, old friend. Kemudian kita cari mana yang merupakan kata kerja: visited, met (diketahui karena berada setelah subjek (I) Mulai mengartikan dengan pola sesuai dengan pola kalimat di atas, yaitu Keterangan (diketahui karena ada kata “ketika” yang menerangkan keterangan waktu), Subjek, predikat, dan objek. Maka kita artikan: Ketika aku mengunjungi rumah nenekku, aku bertemu dengan teman lamaku.

Baiklah, mari kita kembali ke pola simple past tense.  Setelah membaca cuplikan novel Agatha Christie, kita tentunya dapat menyerap bagaimana pola simple past tense dibuat.

I first came to know Sophia Leonides in Egypt towards the end of the war. She held a fairly high administrative post in one of the Foreign Office departments out there. I knew her first in an official capacity, and I soon appreciated the efficiency that had brought her to the position she held, in spite of her youth (she was at that time just twenty two).

Jika kita akan sesuatu yang berhubungan dengan kata kerja, maka tidak perlu ditambahkan to be. Oh ya, to be past adalah was dan were. Namun jika kita hendak menuliskan tentang sesuatu yang bukan merupakan kata kerja seperti umur, kata sifat, dll., maka diperlukan to be was atau were.  Dapat kita lihat pada kalimat terakhir, yaitu: she was at that time just twenty two.  Pada kalimat tersebut tidak terdapat pekerjaan yang dilakukan, seperti kalimat lainnya, misalnya: bertemu, mengenal, mengagumi. Kalimat ini hanya menerangkan umur maka tidak memerlukan kata kerja, dan hanya memerlukan to be. To be past dari she adalah was.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑